Lillahi Ta'ala, Bismillah, Ta’awwuz
Futuuhul Ghaib
[Penyingkap keghaiban]
Risalah 80
Mutiara karya Syeikh Abdul Qadir Jailani
|
Antara aku, kau dan
ciptaan hanya ada Dia, sebagaimana antara langit dan bumi. Maka, jangan
memandangku sebagai mereka, jangan pula memandang mereka sebagai
aku.
Bertanyalah Abdul Aziz, puteranya, kepadanya tentang keadaannya.
"Hendaknya jangan bertanya kepadaku tentang sesuatu pun. Aku sedang mengalami
perubahan ma'rifat," jawabnya.
Selanjutnya dikatakan, Abdul Aziz bertanya
kepadanya tentang penyakitnya. "Tak satu insan pun, tak satu jin pun, tak satu
malaikat pun tahu penyakitku. Pengetahuan-Nya tak terhapus oleh perintah-Nya.
Perintah berubah, sedang pengetahuan tak berubah. Allah Maha berkehendak, dan
oleh-Nya Kitab Suci mewujud.
"Dia tak ditanya tentang yang
dilakukan-Nya, tapi merekalah yang ditanya." (QS.21:23)
Puteranya,
Abdul Jabbar, bertanya kepadanya, "Mana yang sakit?" "Sekujur tubuhku sakit,
kecuali hatiku," jawabnya.
Ia berkata, "Aku mencari pertolongan Allah
dengan, 'Tiada sesembahan selain Dia, Maha agung, Maha mulia lagi Maha abadi
Dia, dan Muhammad adalah Rasul-Nya."
Puteranya, Musa, berkata bahawa ia
berupaya mengucapkan kata Taazzaza, tapi lidahnya tak mampu
mengucapkannya dengan benar. Maka, dia ulang-ulang kata Taazzaza ini,
diperpanjangnya bunyinya dan ditekannya, sehingga ia bisa mengucapkannya dengan
benar. Lalu ia berkata, "Allah, Allah, Allah," suaranya melemah, lidahnya
melekat pada langit-langit mulut, dan pergilah jiwa mulianya dari jasadnya
-redha Allah atasnya. Semoga Dia menganugerahi kita dan semua Muslim husnul
khatimah, dan semoga Dia memampukan kita menjadi saleh. Amin! Amin! Amin!
|
No comments:
Post a Comment