Futuuhul Ghaib
[Penyingkap keghaiban]
Risalah 4
Mutiara karya Syeikh Abdul Qadir Jailani
Bila kamu abaikan ciptaan, maka: "Semoga Allah merahmatimu," Allah melepaskanmu dari kedirian, "Semoga Allah merahmatimu," Ia mematikan kehendakmu; "Semoga Allah merahmatimu," maka Allah mendapatkanmu dalam kehidupan (baru).
Kini kau terkurniai
kehidupan abadi; diperkaya dengan kekayaan abadi; dikurniai kemudahan dan
kebahagiaan nan abadi, dirahmati, dilimpahi ilmu yang tak kenal kejahilan;
dilindungi dari ketakutan; dimuliakan, hingga tak terhina lagi; senantiasa
terdekatkan kepada Allah, senantiasa termuliakan; senantiasa tersucikan; maka
menjadilah kau pemenuh segala harapan, dan ibaan pinta orang mewujud pada
dirimu; hingga kau sedemikian termuliakan, unik, dan tiada tara; tersembunyi dan
terahsia.
Maka, kau menjadi
pengganti para Rasul, para Nabi dan para shiddiq. Kaulah puncak wilayat, dan
para wali yang masih hidup akan mengerumunimu. Segala kesulitan terpecahkan
melaluimu, dan sawah ladang terpaneni melalui do'amu; dan sirnalah melalui
do'amu, segala petaka yang menimpa orang-orang di desa terpencil pun, para
penguasa dan yang dikuasai, para pemimpin dan para pengikut, dan semua ciptaan.
Dengan demikian kau menjadi agen polisi (kalau boleh disebut begitu) bagi
kota-kota dan masyarakat.
Orang-orang
bergegas-gegas mendatangimu, membawa bingkisan dan hadiah, dan mengabdi
kepadamu, dalam segala kehidupan, dengan izin sang Pencipta segalanya. Lidah
mereka senantiasa sibuk dengan doa dan syukur bagimu, di manapun mereka berada.
Tiada dua orang Mukmin berselisih tentangmu. Duhai, yang terbaik di antara
penghuni bumi, inilah rahmat Allah, dan Allahlah Pemilik segala
rahmat.
|
No comments:
Post a Comment